Goa Gudel Mele

Goa ini masih terkesan alami dan belum dikembangkan oleh pemerintah. Letaknya diapit oleh dua pedusunan, Payak dan Plataran, ±30 menit dari ibukota kabupaten Gunung Kidul, Wonosari. Konon katanya menurut salah seorang warga sekitar, goa itu ditempati oleh orang-orang kere (miskin).

Umbul Beton

Mbeton, warga sekitar sering menyebutnya, sebuah bendungan yang berada di tengah perbukitan.

Tuesday, September 5, 2017

Voli

Voli Dusun Plataran

                Voli merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua kelompok yang masing-masing kelompok terdapat 6 pemain. Voli bisa dimainkan dari berbagai kalangan dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Teknik-teknik dasar bola voli bisa dipelajari dengan mudah karena tidak terlalu banyak teknik yang digunakan. Dengan menguasai teknik dasar bola voli maka permainan bola voli sudah bisa dilakukan.

Permainan bola voli termasuk olahraga yang mempunyai banyak peminatnya, selain menyehatkan permainan bola voli juga sangat asyik dan seru. Dalam permainan bola voli hanya cukup menggunakan lapangan dan bola voli untuk memainkannya sehingga permainan bola voli juga merupakan olahraga yang merakyat.
 

                Desa Plataran merupakan desa yang mempunyai antusias tinggi terhadap permainan bola voli. Hampir semua kalangan menyukai dan bisa memainkannya, dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang ikut serta dalam lomba bola voli pada hari kemerdekaan RI misalnya, dan banyak pula warga yang menonton setiap harinya. Bibit pemain voli juga terlihat dari kalangan karang taruna, yang hampir semuanya sudah bisa bermain bola voli, dari passing bawah, passing atas, hingga smash, mereka sudah bisa melakukannya dengan baik.

                Desa Plataran mempunyai lapangan bola voli sendiri, letaknya di depan rumah ibu dukuh. Lapangan tersebut digunakan untuk permainan bola voli plastik, hampir setiap sore lapangan tersebut digunakan untuk bermain bola voli. Selain warga Plataran yang selalu bermain voli di sini, banyak pula dari desa lain, seperti warga Wonodoyo, Payak dan Koripan. Mereka sering datang untuk bermain bersama-sama. Selain menyehatkan permainan ini juga dapat menjalin silaturahmi antar warga dan menumbuhkan sikap gotong-royong serta saling menolong. [Sgt]
                 

                

Gaplek

Gaplek

            Produk hasil pengeringan singkong salah satunya disebut gaplek. Gaplek awalnya merupakan makanan pokok masyarakat Gunung Kidul, khususnya dusun Plataran. Hampir setiap rumah di dusun Plataran memproduksi gaplek. Hal ini akan nampak di halaman depan rumah warga banyak berjajaran singkong yang dijemur.

            Gaplek bukanlah hal asing di dusun Plataran ini dan seakan menjadi hal wajib di setiap rumah. Warga Plataran membuat gaplek ini untuk menambah pendapatan. Nantinya akan ada tengkulak yang berkeliling ke rumah-rumah warga. Setiap kilonya dibrandol harga Rp1.250,00. Warga tidak menjual semua gaplek yang dibuat, biasanya mereka akan menyisakan beberapa untuk nantinya diolah sendiri.

            Jenis singkong yang dibuat untuk pembuatan gaplek ini adalah gatotkaca. Menurut pengakuan warga, singkong ini merupakan jenis yang tidak cocok untuk dibuat makanan kudapan, seperti singkong thailand, singkong keju, dan sebagainya. Cocoknya adalah untuk makanan yang diolah lagi, seperti gaplek, patilo, tiwul, dan lain-lain.



            Pembuatan gaplek tergolong mudah dan bahan yang digunakan mudah ditemukan. Singkong dikupas kemudian dicuci bersih. Potong-potong ubi yang terlalu panjang. Selanjutnya jemur ubi hingga kering, kira-kira 1-3 minggu. Lama penjemuran ini bergantung dari keadaan cuaca. Gaplek yang telah kering kemudian disimpan pada tempat yang terbebas dari air dan kelembaban. Gaplek ini sangat rawan terkena jamur. Gaplek berjamur menyebabkan harga di pasaran turun. [rys]

Karang Taruna Dusun Plataran

Karang Taruna Dusun Plataran

            Kegiatan di Dusun Plataran salah satunya adalah kegiatan pemuda dan pemudi yang tergabung dalam organisasi Karang Taruna Dusun Plataran. Karang Taruna sendiri menurut Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia No. 83/HUK/2015 BAB I Pasal 1, adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial.


            Karang Taruna Dusun Plataran diketuai oleh Bapak Wawan dan Saudara Wisnu sebagai ketua kedua. Beranggotakan seluruh pemuda dan pemudi dari usia SMA hingga usia 45-an. Anggota Karang Taruna di Dusun Plataran ini terbilang kompak. Dalam setiap acara yang diadakan dusun, anggota Karang Taruna selalu hadir tidak kurang dari 80% dari seluruh anggota meskipun kegiatan tersebut diadakan secara mendadak. Penulis merasa kagum dengan kekompakan dari anggota Karang Taruna ini. Karang Taruna selalu ikut serta dalam semua kegiatan padukuhan termasuk tirakatan, pengajian, gotong royong atau kerja bakti, TPA, dan berbagai kegiatan lainnya.

            Rapat atau pertemuan rutin tidak ada di Karang Taruna Dusun Plataran ini, namun apabila hendak ada acara atau kegiatan tertentu, Bapak Wawan langsung memberikan pengumuman melalui TOA Masjid agar pemuda dan pemudi berkumpul, baik untuk rapat persiapan maupun kerja bakti menyiapkan suatu acara. Pengumuman yang hanya secara lisan ini tidak mematahkan tekad pemuda dan pemudi pasti untuk berkumpul bahkan dalam hitungan menit sudah sigap di tempat sehingga setiap kegiatan yang akan dilakukan di Dusun Plataran dapat terlaksana dengan baik dan lancar. [Hsn]

            

Goa Lowo

Goa Lowo

Gunung Kidul merupakan wilayah yang terdiri dari batuan kapur dan karst, tak ayal banyak pegunungan kapur dan sungai-sungai yang indah, dan tidak sedikit di pegunungan kapur tersebut terdapat goa-goa alami yang sudah ada sejak ratusan tahun bahkan ribuan taun silam. Salah satu goa yang kita bahas di sini adalah goa lowo yang berada di dusun Plataran, desa Sumbergiri, kecamatan Ponjong, kabupaten Gunung Kidul, provinsi D.I. Yogyakarta.


Nama Goa Lawa diberikan karena tempat ini merupakan rumah alami dari ribuan kelelawar yang bersinggah dan menetap pada seluruh bagian goa. Kelelawar-kelelawar ini pada siang hari tidur di bagian atap goa dan saat sore menjelang malam mereka baru keluar dari goa. Jadi jika anda ingin melihat ribuan kelelawar keluar maka itulah saat yang tepat.  

Goa Lawa ini masih belum dikelola secara maksimal, karena masih kalah populer dari goa-goa lain di wilayah Gunung Kidul. Di Goa Lawa terdapat dua lubang besar yang berada di langit-langit sehingga membuat goa ini tidak gelap dan jangan khawatir dengan kotoran ribuan kelalawar yang berada di dalamnya karena tidak berbau menyengat. Hal itu dikarenakan adanya sirkulasi udara yang baik di dalam goa.

Goa Lawa ini merupakan goa kelelawar yang terbesar di wilayah Gunung Kidul bahkan goa kelelawar terbesar di pulau Jawa. Selain sebagai tempat wisata, Goa Lowo ini dapat dijadikan tempat penelitian untuk mengamati kelelawar, kondisi goa secara umum dan tempat penambangan kotoran kelelawar yang dijadikan pupuk organik bagi tanaman.
Selain untuk berfoto-foto ria tempat ini juga digunakan sebagai tempat mata pencaharian warga dusun Plataran, yaitu menambang kotoran kelelawar yang ada di dalam goa, jadi jangan heran jika banyak aktivitas penambangan ketika berkunjung ke goa ini. Meskipun goa ini sedang ditambang, para pengunjung tetap boleh mengunjungi goa ini. Para penambang dengan senang hati menjawab pertanyaan dari wisatawan seputaran yang ada di Goa Lawa, sudah seperti pemandu ya hahahahaha.
Tidak ada tarif yang dipatok agar kita bisa masuk ke dalam goa ini alias geratis (free), di sana kita tidak boleh berburu kelelawar, membuang sampah sembarangan dan merusak keindahan goa. Banyak terdapat stalakmit dan stalaktit yang menambah kemegahan dalam goa. Selain itu di dalam goa ini terasa sangat sejuk, walaupun di luar panas sangat menyengat, seperti ruangan yang di pasangi air conditioner (AC). [Anggt]


Jangan ragu untuk berkunjung ya guys!!!!!!!!!

Goa Gremeng

Goa Gremeng

Goa Gremeng merupakan goa yang terletak di desa Umbulrejo, Ponjong, Gunung Kidul. Goa Gremeng termasuk goa yang berdekatan dengan desa Plataran, dengan jaraknya yang tidak terlalu jauh, Anda bisa mengunjungi goa tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Goa Gremeng merupakan goa yang mempunyai mata air dan membentuk sebuah sungai. Sungai dari Goa Gremeng akan mengalir deras ketika musim hujan tiba. Tetapi ketika memasuki musim kemarau derasnya berkurang sehingga sungai yang dialiri dari Goa Gremeng akan menyurut
 

Goa Gremeng bisa dijadikan salah satu pilihan destinasi wisata yang menarik karena goa tersebut menyajikan keindahan alam yang menawan. Dengan menyewa jasa pemandu, Anda akan diantar masuk ke dalam goa dan menikmati keindahannya. Goa Gremeng membentuk sebuah goa yang mempunyai satu jalur panjang di dalamnya. Goa ini mempunyai ujung yang panjang  dan jika Anda menyusurinya akan sampai ke Goa Plalar.

                Goa Gremeng yang dialiri sumber mata air menyegarkan dan mempunyai diameter cukup besar, yaitu kurang lebih 15 meter, sering dimanfaatkan warga untuk mandi, mencuci pakaian, kendaraan, dan lain-lain. Selain itu Goa Gremeng bisa dijadikan tempat istirahat yang tepat, dengan aliran airnya yang jernih membuat udara dan suasana goa menjadi sejuk dan nyaman. [Sgt]

Bimbingan Belajar

Bimbingan Belajar

             Bimbingan belajar atau sering disebutnya bimbel ini merupakan proses pemberian bantuan dari seorang guru atupun guru pembimbing kepada siswanya dengan tujuan siswa dapat mengatasi kesulitan belajar dan mencapai hasil optimal. Bimbel mengembangkan suasana belajar yang kondusif sehingga siswa merasa lebih nyaman.

Bimbel di Pedusunan Plataran ditujukan kepada anak-anak yang mengalami kesulitan belajar dalam mengerjakan PR misalnya. Selain itu adanya pemberian materi-materi belajar yang mungkin belum dikuasai atau baru kepada anak-anak. Bimbel di dusun Plataran diadakan oleh tim KKN yang ditugaskan di dusun ini. Materi yang diberikan beraneka ragam. Biasanya materi yang diberikan sesuai dengan prodi masing-masing anggota, misalnya dari ilmu keolahragaan memberikan bimbingan tentang bela diri, voli, dan sebagainya.

            Cellin Eriarosa salah satu anggota KKN B90 2017 dari Universitas Negeri Yogyakarta misalnya, mengadakan bimbingan belajar tentang pelatihan pertahanan diri untuk anak-anak “Self Difense for Kids.” Kegiatan ini dilaksanakan Kamis (10/8) lalu di Balai Dusun Plataran. Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu KKN B90 dengan sasaran utama anak-anak. Pelatihan ini dilakukan empat kali atau sekali dalam seminggu.

Cellin Eriarosa selaku pelaksana kegiatan Self Difense for Kids mengatakan pelatihan ini sebenarnya merupakan bela diri campuran. Materi yang diberikan, yaitu teknik bela diri praktis dan teknik pukulan dasar, tanpa menggunakan target (kosongan) dan menggunakan target (sparing). Pelatihan pertahanan diri ini diikuti oleh  ± 15 anak. Antusias anak-anak dusun Plataran itu termasuk tinggi. Anak-anak melakukan kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan beberapa anak mau maju ke depan untuk mempratikkan. Pertahanan diri yang dimaksud itu adalah membentuk kepercayaan diri pada anak dan memberikan pelatihan apabila terjadi ancaman, seperti ancaman fisik dan intimidasi.

Kegiatan ini tidak mengalami kendala berlebih meskipun menjadi pengalaman baru bagi anak-anak di dusun Plataran dan tidak seperti halnya di suatu klub, tetapi dikemas dengan suasana bermain. Hal terpenting adalah anak mempunyai kepercayaan diri untuk melakukan. Kedepannya Cellin Eriarosa berharap, “Anak-anak lebih percaya diri, tahu cara mempertahankan diri, memiliki keberanian terutama menghindari kasus intimidasi dan bullying,” tutup Cellin pada tim reporter Plataran Jumat (25/8). [rys]


Yasinan Dusun Plataran

Yasinan



            Pembacaan surat yasin dan doa-doa untuk para arwah leluhur yang telah dahulu kembali ke sisi Tuhan ini merupakan kegiatan rutin warga dusun Plataran. Kegiatan ini dilaksanakan setiap malam Jumat di rumah-rumah warga. Tempat yasinan selalu berganti menyesuaikan giliran rumah. Dusun Plataran yang terdiri dari dua RT dijatah bergilir secara berurutan untuk tempat yasinan.

            Pada hari tertentu yasinan diadakan di tempat khusus. Hari itu adalah malam Jumat legi. Apabila hari itu tiba, tempat yasinan berada di masjid. Tidak ada alasan tertentu mengapa tempatnya berbeda, hal itu sudah menjadi kebiasaan sejak lama. Untuk kegiatannya hanyalah membaca surat yasin dan doa secara bersama-sama. Tidak ada rebanan yang terkadang dilakukan pada acara-acara yasinan.


Yasinan di dusun Plataran ini dipimpin oleh Pak Marno dan apabila Beliau berhalangan hadir maka akan digantikan oleh Pak Rohmat. Peserta yasinan ini kira-kira 20 orang yang berasal dari warga Plataran sendiri. [rys]